SuaraBatam.id - Berbagai sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bintan akan digantikan dengan Kepala Sekolah baru. Guru-guru yang akan digantikan adalah yang telah pensiun maupun meninggal dunia pada 2021 ini.
Sebanyak 30 guru telah disiapkan untuk mengisi posisi tersebut setelah dinyatakan telah lulus dari seleksi Calon Kepala Sekolah (Cakep) tingkat SD.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan, Tamsir mengatakan, para guru yang mengikuti seleksi Cakep ada 60 orang. Mereka semua merupakan guru-guru SD yang mengajar di seluruh sekolahan se-Kabupaten Bintan.
"Seleksi Cakep ini merupakan kerjasama antara Disdik Bintan, LPMP Kepri dan LPPKSPS Kemdikbud," ujar Tamsir, Kamis (18/11/2021).
Dari total tersebut, kata Tamsir, sebanyak 30 guru dinyatakan lulus Cakep. Mereka yang telah lulus berhak mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) dan Sertifikat Cakep. Karena berkas-berkas itu merupakan syarat utama untuk bisa duduk sebagai kepala sekolah.
Selanjutnya mereka akan menjalani fit dan profer test yang dilaksanakan Disdik Bintan. Disitu dapat diketahui visi dan misi atau perubahan apa yang diprogramkan oleh para calon-calon pada saat menjadi kepala sekolah nantinya.
"Rencananya Desember 2021 kita akan lakukan fit and profer test para calon kepala sekolah. Namun jika ada kendala mungkin Januari 2022," jelasnya.
Semua tahapan itu sebagai persiapan bagi mereka untuk menjadi kepala sekolah menggantikan kepala sekolah yang pensiun maupun meninggal dunia. Namun untuk penempatan mereka tidak dilakukan secara sekaligus melainkan secara bertahap.
"Jadi posisi kepsek yang kosong akan digantikan mereka. Tapi bertahap karena masa pensiun para kepsek berbeda-beda," katanya.
Berita Terkait
-
Suahasil Mau Ubah Pencairan Dana Pensiun dan Bansos Langsung ke Rekening Warga
-
Renovasi SD Negeri Cipete Utara Tertunda Gara-gara Wacana Gedung 20 Lantai
-
Siswa SD Pemalang Meninggal Usai Diduga Dirundung, KPAI Soroti Kelalaian Sekolah
-
Siswi SD 7 Tahun Meninggal di Madina, Kemen PPPA Minta Kasus Diusut Transparan
-
Menyelamatkan Nyawa di Ujung Perbatasan: Akhir Tragis Pelarian Kapal Penyelundup di Bintan
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
Terkini
-
Warga Nongsa Unjuk Rasa, Protes Air Rumah Mati Tapi di Data Center Mengalir
-
Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi
-
Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi
-
PLN Batam Diapresiasi atas Respons Cepat, BP Batam Turun Langsung Dampingi Dunia Usaha
-
Viral Blackout Batam Selama 3 Hari Disengaja, PLN Buka Suara