SuaraBatam.id - Viral di media sosial, video curhatan seorang cewek yang memamerkan hasil buruan beli baju bekas. Ia mendapatkan sepasang pakaian dari merek terkenal.
Namun kebahagiaannya itu mendadak memudar setelah menemukan sebuah benda masih tertempel di baju bekas tersebut.
Hingga berita ini dipublikasikan, video viral tentang beli baju bekas tersebut sedikitnya telah disaksikan 2,3 juta kali dan mendapatkan 95 juta kali.
Seorang cewek memamerkan dua baju bekas yang dibelinya. Dua baju itu merupakan sweater rajutan keluaran fashion store ternama. Harga baju itu sendiri diprediksi sangat mahal jika beli baru.
Namun, ia syok menemukan security tag atau keping pengaman pakaian masih menempel di pakaian bekas yang dibelinya.
Hal ini membuat dirinya takut alarm fashion store tempat baju itu dijual akan bunyi, jika ia pergi kesana mengenakan baju tersebut.
"Ini masuk mal ke Zara bakalan bunyi gak sih? (emoji menangis)," tulis cewek ini sebagai keterangan video TikTok seperti dikutip HiTekno.com dari Suara.com, Senin (18/10/2021).
Apalagi, security tag itu masih terpasang di kedua sweater bekas yang dibelinya tersebut. Cewek ini pun kebingungan karena tidak tahu cara melepaskannya.
Viral Cewek Beli Baju Bekas, Auto Nangis Minta Tolong Lihat Benda Ini Masih Menempel. (TikTok)
Karena sudah frustasi, cewek ini langsung meminta tolong netizen. Ia bertanya bagaimana cara melepas kepingan pengaman tersebut tanpa merusak baju.
Baca Juga: Viral Pria Pamer Senjata Api di Cafe, Polisi Turun Tangan
"Ada gak sih yang tahu cara lepas tag security nya gimana? Help banget," lanjut sang cewek dalam keterangan TikTok.
Cewek ini juga semakin nyesek saat mendengar komentar ibunya. Sang ibu menyebut dirinya sedang ditipu oleh penjual karena baju masih ada security tag.
"Kata mama aku ditutuk dong. Ada cara lain gak sih?" tanya cewek tersebut melalui video viral di media sosial ini.
Dalam komentar, curhatan cewek ini juga memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia mengatakan baju bekas itu adalah produk yang tidak lolos quality check dari mal atau sisa import.
"Kaget banget tiba-tiba ramai. Btw ini hasil THRIFT=second/bekas/baju yang gak lolos quality check dari mal/sisa import gitu setahu aku ya," jelasnya.
"Jadi kadang ada yang masih ada tag securitynya. Ya karena itu gak lolos quality check atau juga ini baju sisa session gitu. Nah aku dapet barang ini dari supplier aku. Jadi mungkin ini keselip di Bali yang masih ada tag security-nya," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Momen Teddy Suruh Push Up 1.600 Taruna Akmil, Kolom Komentar Ramai Diserbu Netizen
-
Romantisasi Thrifting: Tren Hijau atau Eksploitasi Sampah?
-
Tampang Ciut Bang Jago Naik Ninja Pukul Pengendara di Jagakarsa, Kini Pasrah Dites Urine Polisi
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
Iri Tetangga Punya Mobil Baru? Video Emak-Emak Buang Kunci Portal Viral
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan
-
BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset