SuaraBatam.id - Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menegaskan bahwa Kepala Puskesmas Tanjungbuntun yang baru, Pra Reda Gusti tengah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian pada, Selasa (19/10/2021).
Adapun pemanggilan tersebut diakuinya hanya sebatas pemeriksaan saksi, atas kasus meninggalnya Meri Destaria br. Nainggolan (12), yang tenggelam Kamis (14/10/2021) kemarin.
"Iya benar kalau pejabat yang baru kemarin dipanggil Polresta Barelang guna dimintai keterangan. Tapi hanya sebatas saksi," ungkap Didi yang ditemui di DPRD Batam, Selasa (19/10/2021).
Untuk itu, hal tersebut menjadi alasan dari Kepala Pra Reda Gusti tidak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang dijadwalkan oleh Komisi IV DPRD Batam.
"Namun prosesnya, pihak Reskrim yang kesana. Sebenarnya mereka kesana dalam rangka masih ingin mencari tau kejadian yang sebenarnya seperti apa,” lanjutnya.
Menurut Didi, pengambilan keterangan itu tidak lepas dari kabar awal yang menyebutkan bahwa meninggalnya korban karena kelalaian dari pihak Puskesmas.
“Karena berita yang beredar kan ini kelalaian, kelalaian dari pihak kita. Padahal kan menurut kami ini kelalaian dari pihak keluarga, pihak keluarga yang telat mengetahui korban tenggelam. Karena video yang tersebar ini juga sepotong-sepotong, tidak menceritakan dari awal dia datang dalam keadaan seperti apa,” kata Didi.
Sedangkan untuk pemeriksaan Kepala Puskesmas yang lama, Suryani, Didi mengatakan belum mengatahui apakah dia sudah diperiksa pihak kepolisian atau belum.
“Tapi nanti kalau ada indikasi ke arah sana (kelalaian), saya rasa polisi akan memanggil dia (Kapus lama). Yang bersangkutan kan sekarang sudah bertugas di RSUD. Termasuk dokter jaganya akan dipanggil, sementara polisi hanya mengumpulkan keterangan saja dari pihak Puskesmas,” ucap Didi.
Baca Juga: Amsakar Ahmad: Batam Seharusnya Sudah PPKM Level 1
Tidak hanya itu, dalam pelaksanaan RDP tersebut, Didi juga menceritakan kronologi kejadian tersebut di depan anggota Komisi IV DPRD Kota Batam.
Dalam kronologi itu, Didi mengatakan bahwa pengakuan dari Bidan yang memeriksa korban pada saat itu sudah mengetahui kalau korban meninggal dunia.
Namun dia grogi dan tidak percaya diri untuk memberi tahu keluarga bahwa korban sudah meninggal dunia.
“Sudah diperiksa nadinya, sudah tidak ada. Terus waktu diperiksa matanya, pupil mata sudah melebar,” ungkap Didi.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen