SuaraBatam.id - Tim sepak takraw Kepulauan Riau (Kepri) menyapu bersih laga fase grup B sepak takraw PON XX Papua 2021 nomor beregu putra. Giliran Banten yang harus merasakan kekalahan.
Dalam laga terakhir fase grup yang digelar di GOR Trikora Uncen, Jumat (1/10/2021), Kepri menang dua set langsung atas Banten (21-17, 21-14)
Di set pertama Kepri unggul jauh dalam perolehan poin, meski sempat memberikan perlawanan, Banten memang belum menjadi lawan seimbang.
Perolehan poin Kepri langsung melejit dan meninggalkan perolehan Banten, Banten sempat menyusul Kepri di penghujung laga (17-16). Untung saja Kepri dapat menutup set pertama dengan skor 21-17.
Memasuki set kedua, Kepri langsung memimpin perolehan dengan skor 6-2. Banten berusaha mengejar tetapi hingga memasuki pertengahan laga perolehan poin Kepri kian sulit terkejar.
Banten terus berusaha mengurangi defisit poin, pergantian pemain Kepri dijadikan modal untuk mengurangi selisih poin. Meski demikian perolehan poin Kepri seolah tak terkejar, Kepri menutup set kedua dengan skor 21-14.
Kemenangan ini sekaligus memastikan Kepri meraih status juara Grup B.
Peluang Kepri Menang
Wakil Ketua KONI Kepri Suyono mengaku puas atas keberhasilan sepak takraw Kepri merebur juara Grup B, menurutnya peluang Kepri meraih medali kian besar.
Baca Juga: PON Papua: Tim Basket Jateng Rebut Kemenangan Perdana Usai Tekuk Kalsel 107-68
“Perunggu sudah di tangan, tinggal berjuang untuk meraih hasil maksimal. Kemenangan atas Banyen adalah kemenangan yang kita harapkan,” tegasnya.
Suyono juga mengatakan pihaknya telah memprediksi lawan-lawan yang akan dihadapi saat semifinal dan final nanti.
"Hingga saat ini Gorontalo adalah salah satu yang patut diwaspadai,” urai Suyono.
Sementara itu pelatih sepak takraw Kepri Tamrin mengaku puas anak asuhnya bisa meraih gelar juara grup.
“Kepri akan menghadapi runner up grup A. Kepastiannya masih menunggu hingga laga terakhir usai, tapi perkiraan Kepri akan menghadapi Jawa Tengah atau Kalimantan Timur,” paparnya.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Berita Terkait
-
Sinopsis Motherland, Drama Thailand Terbaru Pon Nawasch dan Eisaya Hosuwan
-
Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa
-
Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri
-
Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita
-
Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan
-
Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri