SuaraBatam.id - Peristiwa kekerasan diduga terjadi di depan gedung markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon pada Selasa (3/8/2021) kemarin hingga seorang polisi dilaporkan meninggal dunia.
Dirilis oleh Pentagon Force Protection Agency kepada Reuters, seorang petugas tewas di halte bus umum di depan Pentagon di Arlington, Virgnia. Belum dijelaskan secara rinci penyebab dari kematian polisi tersebut.
Kepala pasukan polisi Pentagon, Woodrow Kusse, mengatakan kepada awak media bahwa sejumlah orang terluka dalam insiden tersebut.
Meski demikian, Kusse menolak berspekulasi tentang motif serangan atau mengatakan apakah pelakunya sudah ditahan. Namun, ia menambahkan bahwa otoritas tidak gencar memburu pelaku.
Hingga kini, ujar Kusse, FBI tutur andil dalam investigasi kasus tersebut. Guna mengantisipasi peristiwa terkait, Gedung Pentagon ditutup untuk sementara saat polisi menangani insiden tersebut.
"Saya telah memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di Pentagon Reservation untuk menghormati kepergiannya," kata Menteri Pertahanan AS Lyoyd Austin.
Berita Terkait
-
Bilyet Giro Rp 2 Triliun Benar Milik Anak Bungsu Akidi Tio, Ini Faktanya
-
Saldo Rekening Tak Sampai Rp 2 Triliun, Nasib Bantuan Keluarga Akidi Tio Mengambang?
-
Warga Bakar Kantor Polisi, Ketua Dewan Adat : Akar Masalah Utamanya Miras
-
Nggak Sabaran Antre Berjam-jam , Vaksinasi Massal di Sumut Rusuh!
-
Laporan AS Tentang Wuhan Bocor, Sebut Covid-19 Sudah Ada Sejak September
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV
-
Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!