SuaraBatam.id - Kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Bintan terus memperlihatkan perkembangan yang memprihatinkan selama dua hari belakangan.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dalam 2 hari dari 6-7 Juli kemarin, ada 4 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Tiga diantaranya meninggal di rumah sakit dan 1 orang lagi meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah.
"2 orang dari Kecamatan Bintan Timur dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Bintan Utara dan Toapaya," ujar Gama, Jumat (9/7/2021).
Pasien yang meninggal dunia pada 6 Juli adalah seorang pria berinisial IS (56). Pasien itu memiliki riwayat perjalanan dari Kota Batam.
Setelah melakukan rapid tes antigen yang hasilnya positif Covid-19, pasien itu lantas kembali melakukan tes metode PCR.
"3 Juli yang bersangkutan diambil swabnya dan hasilnya keluar 6 Juli dengan dinyatakan positif Covid-19. Di hari itu juga yang bersangkutan meninggal dunia," kata dia, melansir Batamnews --jaringan Suara.com.
Untuk pasien yang meninggal dunia pada 7 Juli ada 3 orang, yakni pasien berinisial Kj (67), Kecamatan Toapaya. Ia sempat dirawat di IGD RSUD Kota Tanjungpinang selama sehari, sebelum akhirnya dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil PCR. Di hari yang sama, pasien tersebut meninggal dunia.
Kemudian M (52) sempat mengalami gejala demam dan lemah, sehingga ditetapkan suspek. Pada 7 Juli hasil swabnya dinyatakan positif Covid-19 dan di hari itu juga dia meninggal dunia.
"Satu lagi Jim (61) asal Seienam, Kecamatan Bintan Timur. Wanita ini ditetapkan positif Covid-19 pada 25 Juni lalu. Dia menjalani isolasi mandiri selama 13 hari dan hari ke 14 atau 7 Juli dia dinyatakan meninggal dunia," katanya.
Baca Juga: Gibran Murka Setelah Lihat Pasien Covid-19 Asyik Nongkrong di Wedangan
Dengan adanya penambahan tersebut, jumlah warga di Kabupaten Bintan yang meninggal dunia karena Covid-19 mencapai 63 orang. Rata-rata yang meninggal dunia orang yang berusia diatas 50-an tahun atau masuk lanjut usia (lansia).
"Bagi yang belum menerima vaksinasi segeralah divaksin. Kemudian bagi yang sudah divaksin tetap menaati aturan yaitu melakukan 5M," ucapnya.
Berita Terkait
-
Indonesia Beli Oksigen Konsentrator ke Singapura untuk pasien COVID-19
-
Pasien Covid-19 Meninggal Tak Dapat RS, Jenazah Tertahan karena Tempat Pemulasaran Penuh
-
Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Balikpapan Tinggi, Ruang ICU Penuh Salah Satu Pemicu
-
Mulai 12 Juli Satgas Covid-19 Cuma Akui Hasil Tes PCR di 742 Laboratorium, Ini Daftarnya
-
Ini Daftar Laboratorium Tes PCR yang Jadi Syarat Perjalanan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah