SuaraBatam.id - Satreskrim Polrestabes Medan menangkap 3 orang tersangka komplotan perampok sadis yang menyebabkan korbannya seorang perempuan paruh baya bernama Lisbeth br Napitupulu meninggal dunia pada Kamis (6/5/2021).
Satu dari 3 tersangka berinisial MA ditembak mati lantaran melawan saat ditangkap.
Disampaikan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko pada Rabu (2/6/2021) sore, 3 orang tersangka itu berinisial MAMAK dan AI.
Kronologi perampokan kejam ini diawali oleh aksi MA dan MAK pada Rabu (5/5/2021) sekitar pukul 10.00 WIB lalu yang diketahui sudah mengincar korban.
“Mereka ada satu target yaitu seorang perempuan yang tinggal di Jalan Pelita I, Kecamatan Medan Timur,” katanya.
Sehari setelahnya, pada pukul 04.30 WIB, MA dan MAK membawa2 pisau dan 1 tang untuk membuka seng atap rumah korban di kamar mandi. Sekitar satu jam setelahnya, korban hendak membuka pintu, di saat yang sama kedua pelaku mendorong pintu dan membuat korban jatuh.
Kedua tersangka kemudian mengikat kaki korban dan menyekap mulutnya. Kemudian MAK mengancam korban dengan menempatkan pisau di lehernya. Tidak lama setelahnya MA menyuruh MAK untuk menusuk lehernya.
“Udah bunuh saja. Setelah itu MAK menusuk korban di bagian leher dan mengambil barang korban, 1 sepeda motor Supra X, uang tunai Rp 10 juta dan 1 ATM,” kata Kombes Pol Riko Sunarko.
Usai menghabisi korban, pada sore di hari yang sama, MA dan MAK membawa sepeda motor korban kepada AI, warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang agar dijualkan dan laku Rp 3,5 juta. AI diberi uang Rp 500.000 dari MA dan MAK.
Baca Juga: Tracing Covid-19, Bobby Nasution Tinjau Langsung Swab 150 Warga
“Motifnya melakukan pencurian dengan kekerasan untuk menguasai barang korban untuk dapat keuntungan materi,” ujarnya, melansir Kabarmedan.com (jaringan Suara.com).
Polisi tidak butuh waktu lama untuk mengendus keberadaan pada pelaku. Pada Rabu (26/5/2021) malam MAK ditangkap di Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang dan AI di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Sementara itu, MA hendak ditangkap di Jalan Meteorologi, masih di kecamatan yang sama.
“Saat ditangkap, MA melawan dan berusaha merebut senjata anggota kita. Kemudian kita beri tindakan tegas terukur untuk menghentikan tersangka. MA adalah otak pelakunya,” katanya.
Para pelaku dikenakan pasal 365 ayat 4 dan atau 340 dan atau 338 KHUPidana dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.
Sebelumnya, korban ditemukan saksi mata dengan kondisi kaki terikat dan luka tusukan di lehernya di rumahnya di Jalan Pelita I, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan.
Berita Terkait
-
Pemerintah Batalkan Keberangkatan Haji, Begini Kata MUI Medan
-
Gubsu Edy Belum Izinkan Pembelajaran Tatap Muka, Bobby Nasution Optimis pada Juli
-
Sindikat Pencurian Motor di Pasaman Barat Diringkus Polisi
-
Wanita Geger Pertama Kali Masuk Parkiran Basement, 'Aku Tak Mau Dikebumikan'
-
Beraksi di Beberapa Lokasi, 'Tikus' Kacang Tanah Diamankan Polisi
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
5 Mobil Kecil Bekas Murah, Hemat Biaya Operasional buat Pemula
-
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
-
Ekspedisi Jakarta Batam Terpercaya & Efisien | Harddies Cargo
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen