SuaraBatam.id - Demi kabur dari hukuman penjara 10 tahun, seorang wanita mengaku hamil dan melahirkan lima bayi secara berturut-turut selama hampir 10 tahun.
Wanita asal provinsi Jiangsu timur China itu sebelumnya dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun karena kasus pencurian pada 2011 lalu.
Namun, karena tengah hamil, ia lantas diizinkan menjalani hukumannya di luar lapas. Namun, diduga karena ketagihan pengecualian tersebut, wanita itu lantas hamil kembali tiap masa menyusui hampir berakhir.
Menyadari perbuatan tersangka, pengadilan setempat akhirnya menempatkan wanita itu dibawah koreksi komunitas di rumah, meskipun melakukan lebih banyak kejahatan dalam dekade terakhir.
Otoritas lokal akhirnya mengirimnya ke penjara bulan lalu setelah dia melarikan diri ke rumah ketika dia gagal hamil pada waktunya untuk menghindari hukuman penjara.
Ia sempat menghilang sebelum akhirnya ditangkap kembali pada 7 April di dekat kota Lianyungang melalui upaya bersama dari biro hukum setempat, polisi, dan jaksa.
“Saya sangat menyesal sekarang. Saya seharusnya tidak melakukan hal-hal ilegal itu, saya juga tidak seharusnya melahirkan begitu banyak anak. Itu sangat tidak bertanggung jawab bagi mereka," kata perempuan itu kepada JPU.
Sebelumnya, wanita itu tertangkap mencuri dengan hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan dua tahun pada tahun 2009.
Bukannya bertaubat, ia justru kembali mencuri saat masa percobaan dan menerima hukuman penjara sembilan setengah tahun pada tahun 2011.
Baca Juga: Ferdinand Geram ke Ceramah Ustaz Menachem Ali dan 4 Berita SuaraJogja
Melansir Batamnews (jaringan Suara.com), wanita tersebut kini terancam hukuman lebih dari 10 tahun penjara. Menurut Hukum Acara Pidana China, pelaku wanita dapat diberikan tahanan rumah jika dia hamil atau menyusui bayi. Masa keperawatan legal adalah 12 bulan.
Mahkamah Agung China pada Februari lalu menjelaskan pihaknya menyadari tingginya wanita yang tersangkut perkara hukum berusaha menghindari penjara dengan cara sengaja hamil.
Menyadaru hal ini, ahli hukum lantas menyarankan agar parlemen mempertimbangkan untuk tidak lagi menghitung tahanan rumah.
Kasus serupa menjadi berita utama surat kabar pada tahun 2005. Wanita yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena korupsi pada tahun 2005 pada usia 29 tahun, tidak dipenjara hingga tahun 2015.
Berita Terkait
-
Tak Cuma Spion, Maling Kini Mulai Beralih Incar Setir dan Airbag Mobil
-
Ngaku Hamil, Lucinta Luna Bisa Dipenjara Seperti Ratna Sarumpaet Sebar Hoax
-
Lucinta Luna Ngaku Hamil Terancam Penjara Jika Cuma Hoaks
-
Bolehkah Ibu Hamil Makan Gorengan? Ini Jawabannya
-
Kelewatan! Wanita Jilbab Pink Doakan Aurel Hermansyah Meninggal
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin