SuaraBatam.id - Politisi Ferdinand Hutahaean turut menanggapi kebijakan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Pelindungan Pohon.
Ferdinand juga menyindir terkait beberapa pohon di sekitar Monumen Nasional (Monas) yang ditebang atas perintah Gubernur DKI Jakarta.
Menurut mantan politisi Partai Demokrat, harga pohon-pohon yang ditebang itu memiliki harga yang mahal, namun kini hasilnya tanpa kejelasan.
"Matamulah Perlindungan Pohon. Itu Pohon di Monas kau tebang dan kau kemanakan pohonnya tak jelas. Itu pohon mahal harganya dan uangnya pasti milyaran," tulis Ferdinand di akun Twitter-nya pada Kamis (22/4/2021).
Untuk informasi, sebelumnya Anies Baswedan telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pohon.
Pergub tersebut diklaim sebagai komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menanggulangi dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30% di tahun 2030.
"Penyusunan Pergub No. 24/2021 ini telah melalui perencanaan yang matang dan disusun dengan skema kolaboratif bersama World Resource Institute atau WRI Indonesia," ujar Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, melansir terkini.id (jaringan Suara.com).
Catatan pada tahun lalu, Pemprov DKI Jakarta menebang 205 pohon di sisi selatan Monas. Rinciannya yakni 150 pohon ukuran besar dan 55 ukuran pohon kecil.
Kala itu, Anies menolak berkomentar soal penebangan pohon yang dilakukan demi revitalisasi Monas tersebut.
Baca Juga: Warga Dilarang Mudik Lebaran, Anies: Ini Tahun Ujian
"Nanti kepala Dinas Cipta Karya saja yang jelaskan," ujar Anies, Rabu, 22 Januari 2020.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Monas, Isa Sanuri mengatakan bahwa pohon-pohon itu sebenarnya bukan ditebang begitu saja.
"Itu sebenarnya bukan ditebang begitu saja. Jadi pohon-pohon itu akan dipindahkan. Kalau tidak bisa dipindahkan, akan kami buat baru (pohon-pohon)," kata Isa.
Berita Terkait
-
Anies Dampingi Raisa Hingga Denny Cagur Vaksinasi di Balai Kota
-
Jam Malam di RT Zona Merah di DKI, Keluar Masuk Maksimal Pukul 20.00 WIB
-
Masih Zona Merah, Anies Atur Ribuan RT di Jakarta Ditutup Pukul 20.00 WIB
-
Peringati Hari Kartini, Anies Kenang Srikandi Nakes Berjuang Lawan Pandemi
-
Anies Utang Janji Kasih Bantuan ke Cicit Kartini, Tapi Belum Ditepati
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
PLN Batam Diapresiasi atas Respons Cepat, BP Batam Turun Langsung Dampingi Dunia Usaha
-
Viral Blackout Batam Selama 3 Hari Disengaja, PLN Buka Suara
-
Batam Blackout: Penyebab Diduga Hewan Liar Masuk Gardu, PLN Siapkan Kompensasi
-
Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam
-
Batam Blackout, Baru Sejumlah Wilayah Menyala Setelah 14 Jam Tanpa Listrik