SuaraBatam.id - Baru-baru ini, Indonesia melalui Menteri Pertahanan, PRabowo Subianto santer berencana membeli 15 pesawat tempur berjenis Eurofighter Typoon dari Austria.
Rencana ini banyak mendapatkan penolakan dari banyak pihak. Pasalnya, pesawat tempur Eurofighter Typhoon itu tidaklah baru melaikan bekas dari Austria.
Saat Indonesia berencana membeli pesawat tempur bekas, negara tetangga Singapura justru merancang sebuah pesawat tanpa awak dengan teknologi masa depan.
Sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura, Kelley Aerospace, saat ini tengah merancang pesawat tanpa awak (drone) tempur supersonik yang berfungsi bagian dari pertahanan masa depan.
Drone yang dinamai Arrow ini dirancang mampu membawa bom dengan kecepatan terbang melebihi kecepatan suara, dengan kecepatan hingga Mach 2.1, atau 2.572 km / jam.
Rancangan drone yang terbuat dari serat karbon ini diluncurkan Kelley Aerospace pada 25 Februari 2021 lalu. Dengan ekcepatan tersebut, drone itu diklaim memiliki akurasi tinggi.
Selain itu, saat dibutuhkan, drone itu bisa melakukan "kamikaze" alias mengorbankan diri mereka menjadi umpan rudal musuh demi melindungi jet atau pesawa berawak.
Kepala perusahaan, Avraham Kelley menyebut, Tidak hanya mampu bertempu melawan pesawat atau angkatan udara, Arrow juga dilengkapi perlengkapan tempur anti artileri darat, piranti misi pencarian dan penyelamatan dan lain sebagainya.
Dilansir Batamnews (jaringan Suara.com) dari Channel News Asia, Arrow juga dapat diluncurkan secara mandiri dan dikendalikan dari jarak jauh oleh dua personel di lapangan.
Baca Juga: Terdeteksi Bakteri Salmonella, Singapura Tarik Kembali Telur dari Malaysia
“UCAV Arrow ini, yang menyertai pesawat berawak dalam sebuah misi, dapat bertindak sebagai umpan untuk misil permukaan-ke-udara yang mematikan, melibatkan pejuang musuh, mengganggu komunikasi dan radar musuh, dan mencari serta menghancurkan target musuh atau situs rudal permukaan-ke-udara," kata Kelley.
Drone tempur supersonic ini juga dapat digunakan dalam formasi terkoordinasi atau dalam tim yang dapat mengimbangi kemungkinan kegagalan sehingga mendukung keberhasilan misi dengan tinggi.
Bahkan, Kelley mengatakan, Arrow dapat membawa rudal dan tangki bahan bakar eksternal serta pod untuk navigasi atau peperangan elektronik.
Pesawat ini dapat lepas landas hingga 16.800 kg peralatan internal dan eksternal termasuk bahan bakar, dan dapat terbang lebih dari 4.000 km sebelum perlu mengisi bahan bakar.
"Muatannya tergantung pada kisaran yang ingin Anda capai," katanya.
Untuk mengoperasikan Arrow, biaya yang dibutuhkan berkisar antara US $ 9 juta hingga US $ 16 juta (S $ 12,1 juta hingga S $ 21,5 juta) tergantung pada aplikasi dan wilayah.
Berita Terkait
-
Canggih, Samsung Pakai Drone untuk Kirim Barang ke Rumah Pelanggan
-
Tangkal Trabas Ilegal, Polisi Kerahkan Drone untuk Menciduk Pegiat Off Road
-
Tiga Nelayan Tewas karena Drone Nyangkut di Jala, Diduga Milik Israel
-
Perusahaan Singapura Bikin Drone Tempur Supersonic
-
Polresta Surakarta Terjunkan Drone Pantau Lokasi Esek-esek
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan