SuaraBatam.id - Gajah mina, sebuah legenda asal Kepulauan Riau akhir-akhir ini jadi perbincangan hangat. Lantaran ada bangkai di perairan Natuna yang mirip dengan Gajah Mina.
Dilansir dari berbagai sumber, Gajah Mina digambarkan sebagai makhluk cryptid laut gabungan dari gajah dan ikan. Makhluk ini dikenal luas oleh pelaut Indonesia dan Malaysia.
Namanya "fish elephant" berarti ikan gajah, dan tidak dibingungkan dengan "elephant seal", yang berarti gajah laut.
Dalam budaya Hindu Bali, Gajah Mina adalah salah satu dari 7 binatang mitologi. Bentuk ikan berkepala gajah sering dicat atau diukir di Candi sebagai ornamen.
Di kalangan masyarakat setempat, dongeng tentang Gajah Mina ini telah hidup dalam budaya lisan orang Melayu di Daik Lingga.
Gajah Mina atau lebih fasih dilafalkan" Gajah Mine" dalam dialek Melayu ini menjadi dongeng pengantar tidur.
Ada juga yang menyebutnya sebagai Gajah Laut.
Gajah Mina ini hidup dalam tutur lisan tetua melayu. Sulaiman Atan (65) masih ingat betul cerita tentang Gajah Mine.
Saat masih kecil, kakek 8 orang cucu ini selalu diceritakan dongeng tersebut oleh neneknya.
“Gajah Mine hewan laut yang bertubuh besar. Separuh gajah, separuh ikan. Ia penunggu laut. Hidup di dalam laut,” tutur pria yang akrab disapa Paklong itu.
Baca Juga: Monster Laut di Natuna, Ini Kata Polisi, Apakah Benar Gajah Mina?
“Masa kecil dulu, Paklong selalu diceritakan dongeng ini oleh nenek. Pada bulan purnama, Gajah Mine akan naik ke darat memakan daun pandan berduri. Itulah makanannya,” tambah Paklong.
Karena tahu hanya dongeng, Paklong tak mempersoalkan cerita tersebut. Sampai pada tanggal 13 Januari 2005 silam.
Ketika warga di pantai Dungun, kecamatan Lingga Utara dibuat geger oleh temuan sesosok binatang laut diduga gajah mina yang mati terdampar. Tepatnya dua pekan pasca bencana besar Tsunami di Aceh Tahun 2004.
Ditemukan di Natuna
Kepolisian Polres Natuna membenarkan penemuan monster laut di Natuna. Hal itu dikatakan Kasat Intel Polres Natuna Iptu Khairul.
Bangkai monster laut itu dikatakan warga mirip binatang legenda Gajah Mina. Namun dirinya belum dapat merinci lebih lanjut apakah bangkai binatang yang terapung adalah Gajah mina.
Berita Terkait
-
Rendi Apriyanto Dikontrak 6 Bulan Tentara Bayaran Rusia, 18 September Telepon, 8 Hari Kemudian Tewas
-
Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Ahli Mesin Disuruh Pulang Buka Bengkel Tapi Keburu Tewas
-
Rendi Apriyanto Jadi Tentara Bayaran Rusia Tergiur Gaji Rp600 Juta, Mau Umrohkan Orangtua
-
Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran, Lapangan Kerja di Perbatasan jadi Sorotan
-
WNI Tentara Bayaran Rusia Asal Natuna Tewas Dibom Drone Ukraina
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin