SuaraBatam.id - Varian baru dari virus corona kembali teridentifikasi di Amazon Brasil. Virus ini diduga kuat tiga kali lebih mudah menular dibandingkan virus corona yang ditemukan di Wuhan. Namun, analis mengklaim varian ini lemah terhadap vaksin.
Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello pada Kamis (12/2/2021) mengklaim hal ini, meski tanpa bukti yang cukup atas ucapannya.
Ia tengah berusaha mencoba meyakinkan para legislator bahwa lonjakan kasus Covid-19 di negaranya bisa dikendalikan, meski pihaknya ditekan terkait meningkatnya kasus kematian pasien.
Brasil mulai gelar vaksinasi buatan perusahaan farmasi China, Sinovac Biotech dan vaksin Inggris, Oxford- AstraZeneca sejak sekitar tiga pekan lalu. Pazuello tak menjelaskan bagaimana keampuhan vaksin terhadap varian Amazon ini dianalisis.
“Terima kasih Tuhan, kita punya kabar yang jelas dari analisis bahwa vaksin memiliki efek melawan varian ini,” jelasnya, dikutip Batamnews (jaringan Suara.com) dari Al Jazeera, Jumat (12/2/2021).
“Tapi ini lebih menular. Berdasarkan analisis kami, tiga kali lebih menular,” imbuhnya.
Meski demikian, ia tidak menanggapi pertanyaan terkait rincian dari klaimnya itu. Butantan Institute Sao Paulo bersama Sinovac yang bertanggung jawab dalam uji coba dan memproduksi vaksin mengatakan dalam sebuah pernyataan, sudah meneliti varian Manaus atau Amazon tersebut. Hasilnya akan dirilis paling cepat dua pekan.
Peneliti biomedis Fiocruz di Rio de Janeiro yang bekerja sama dengan AstraZeneca juga tengah mengembangkan vaksin dengan Universitas Oxford terkait pengaruh terhadap varian Amazon.
Manaus yang berada di tengah belantara hutan Amazon dilanda gelombang virus corona gelombang kedua yang cukup parah.
Baca Juga: Bukan Motor atau Mobil, Kurir Ini Antarkan Paket Pakai Hal yang Tak Terduga
Pada Januari lalu, rumah sakit di wilayah itu kehabisan tabung oksigen, mendorong pemerintah federal menerbangkan persediaan oksigen ke seluruh negeri dalam upaya menyelamatkan nyawa warga.
Sebelumnya, presiden Bolsonaro dikritik habis-habisan karena meremehkan virus corona, hingga akhirnya terkonfirmasi positif Covid-19. Ia dituding lamban dalam menyediakan vaksin.
Selain itu, penundaan vaksinasi membuat 210 juta penduduk Brasil rentan terhadap salah satu wabah dengan penularan paling buruk sepanjang sejarah peradaban manusia. Hingga kini, ada 9,7 juta kasus virus corona dengan lebih dari 236.000 kematian di Brasil.
Berita Terkait
-
Varian Virus Corona Inggris Diklaim Strain Paling Dominan di Dunia
-
Foto-foto dari NASA Ungkap Keberadaan Sungai Emas di Amazon
-
Best 5 Oto: Tesla Bikin Seru Mata Uang Kripto, Wika Salim Tertangkap CCTV
-
Mitsubishi Siap Luncurkan Outlander Baru Lewat Situs Belanja Online
-
Efikasi Vaksin AstraZeneca Terhadap Virus Corona Afrika Selatan Hanya 10%
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
MV Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura: 9 Awak Kapal Selamat, 107 Kontainer Hanyut
-
Video Pocong Bawa Parang di Batu Aji Ternyata AI, Dibuat Anak Bawah Umur
-
PLN Batam Jelaskan Terkait Isu Kenaikan Tarif Listrik
-
Geger Video Pocong Bawa Parang di Batu Aji Batam, Polisi Turun Tangan
-
Oknum Polisi Batam Ditangkap, Terciduk Selundupkan Etomidate dari Malaysia