Ilustrasi Pilkada. (Antara)
SuaraBatam.id - Hari ini, Rabu (9/12/2020) masyarakat Indonesia menjalankan Pilkada serentak. Namun, ada sederetan alasan warga Kepri tidak bisa berpartisipasi.
Hal ini terungkap dari berbagai tanggapan netizen instagram @batamnewsonline mengemuka terkait alasannya untuk tidak memilih.
Dari questioner di story instagram @batamnewsonline, berikut tanggapan warga yang berasal dari para follower seperti di bawah ini:
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang terjadi saat pelaksanaan Pilkada menjadi tantangan tersendiri. Dalam situasi ini, pemerintah menyiapkan skema protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada yang digelar 9 Desember.
Berita Terkait
-
Cara Mencoblos Pilkada 2020 di Masa Pandemi COVID-19
-
Warga Positif Corona Bisa Memilih, KPU Banten Kirim Petugas Pakai APD
-
Tolak Pilkada Serentak 2020, JATAM: Pesta Demokrasi Palsu
-
Hari Ini Pilkada Bali 2020, Ini Daftar Pasangan Calon yang Berlaga
-
Hari Ini Pilkada Kalbar 2020, Ini Daftar Paslon yang Bertarung di 7 Daerah
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Semangat Merah Putih di Asian Games 2026, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar
-
Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta