Batam

Pekerja Bangunan di Kubu Raya Pertanyakan Akurasi Hasil Rapid Test

"Saya dan teman-teman mempertanyakan hasil tes cepat yang dilakukan kepada kami, karena hasil tes cepat yang dilakukan kepada kami terdapat perbedaan,".

Husna Rahmayunita

Ilustrasi tes swab (Unsplash/UN Covid-19)
Ilustrasi tes swab (Unsplash/UN Covid-19)

SuaraBatam.id - Sebanyak 16 pekerja bangunan Bumi Raya Land dekat kawasan mall Transmart, Kabupaten Kubu Raya  dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Namun kekinian para pekerja mempertanyakan hasil tes cepat (rapid test) dan tes swab lantaran dinilai memuat kejanggalan.

Hal itu disampaikan Mauri, salah satu pekerja bangunan Bumi Raya Land yang tengah menjalani isolasi. Menurutnya, ada perbedaan dari hasil kedua tes.

"Saya dan teman-teman mempertanyakan hasil tes cepat yang dilakukan kepada kami, karena hasil tes cepat yang dilakukan kepada kami terdapat perbedaan. Contoh, ke empat teman saya yang dinyatakan reaktif, namun dari hasil swabnya negatif," ujar Mauri seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/8/2020).

Melihat kejadian tersebut, Mauri mengaku kebingungan sehingga mempertanyakan tolak ukur seorang pasien dapat dinyatakan positif Covid-19.

Terlebih, ia dan teman-temannya harus menjalani isolasi. Padahal dirinya mengaku tidak merasakan sakit apa-apa meski dinyatakan oleh petugas sebagai orang tanpa gejala (OTG).

"Makanya, kami bingung dengan hasil tes tersebut. Padahal, sebenarnya kami semua sudah sepakat untuk pulang ke kampung halaman kami masing-masing untuk merayakan Idul Adha, namun tidak bisa pulang karena harus di isolasi," imbuhnya.

Ia pun mengatakan sempat terkejut ketika didatangi petugas medis yang tiba-tiba melakukan tes cepat Covid-19.

Sementara dirinya sendiri tidak mengetahui petugas dari mana yang melakukan tes cepat tersebut.

"Soalnya setelah kami pulang lembur kerja sekira pukul 03.00 pagi, tiba-tiba pagi harinya kami didatangi puluhan Satpol PP dan tenaga medis yang akan melakukan tes cepat itu. Tentunya saat itu kondisi tubuh kami sangat capek dan spontan kami semua terkejut," ungkapnya.

Syok Dinyatakan Positif Covid-19

Setali tiga uang, Guntoro, seorang pekerja bangunan lainnya mengaku syok saat dirinya dinyatakan positif Covid-19.

Ia menceritakan kedatangannya ke Kubu Raya merupakan yang kedua kali untuk menyelesaikan proyek pembangunan Bumi Raya Land.

Sebelumnya, ia sudah mulai bekerja di tempat itu sejak 2019. Namun, selama beberapa bulan terakhir, ia mengaku tidak pernah berkunjung ke Transmart Kubu Raya.

Alhasil, Guntoro menyayangkan pernyataan yang menyebut pekerja Transmart positif Covid-19.

"Selama saya bekerja menyelesaikan proyek bangunan Bumi Raya Land sejak 4 bulan lalu, saya tidak pernah ke Transmart Kubu Raya," kata Guntoro

"Jangankan mau main atau belanja, mau masuk aja kami tidak pernah. Karena kalau pulang kerja, kami langsung ke mess kami," sambungnya.

Guntoro terkejut setelah dirinya dinyatakan positif Covid-19 lantaran tidak merasakan sakit ataupun gejala Covid-19.

"Saya sendiri bingung, kok bisa saya dinyatakan positif Covid-19, padahal saya tidak memiliki penyakit dan tanda-tanda Covid-19," tuturnya.

Tak Bisa Pulang Kampung

Sama halnya dengan Mauri, Guntoro juga harus rela menunda kepulangannya ke Jawa Tengah akibat dinyatakan positif Covid-19.

Namun dirinya bersama teman-teman lain termasuk Mauri sepakat bisa pulang kampung pada Selasa (4/8/2020).

"Jujur, kami rombongan yang semuanya asal Jawa Tengah ini sudah membeli tiket pulang ke Semarang. Tapi kita juga harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah,""

"Keluarga saya sudah telepon saya untuk menanyakan kapan saya pulang dan saya belum berani menyampaikan kalau saya sekarang sedang Covid-19, karena saya takut kalau istri saya syok mendengarnya," kata Guntoro, memungkasi.

Berita Terkait

Berita Terkini